Menjelajah Jawa Timur dan Jogjakarta Part II : Taman Nasional Baluran

Africa Van Java, begitulah masyarakat menyebutnya. Julukan ini melekat pada Taman Nasional Baluran karena tempat ini memiliki Padang Savana luas yang menyerupai Savana-savana di Afrika. Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, berbatasan langsung dengan Banyuwangi dan merupakan 1 dari 5 Taman nasional tertua di Indonesia.

Melanjutkan cerita sebelumnya (Menjelajah Jawa Timur dan Jogjakarta Part I : Blue Fire – Kawah Ijen), saya dan Fier melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya yaitu Taman Nasional Baluran. Sepulang dari Kawah Ijen, kami singgah kembali di rumah bapak tempat kami menyewa motor untuk beristirahat dan membersihkan badan.

Jarak dari Stasiun Karangasem menuju TN. Baluran cukup jauh. Dengan menggunakan sepeda motor kami menghabiskan waktu kurang lebih 1.5 jam melewati jalur antar kota yang kondisi jalannya sudah bagus dan cukup lenggang, namun kita harus berhati-hati karena jalur ini banyak digunakan oleh truk dan tronton.

Pukul 10.40 kami sampai di TN. Baluran. Biaya masuk TN. Baluran adalah Rp 15.000/orang dan biaya motor Rp 5000. Beruntung kami telah menyewa sepeda motor, karena untuk sampai ke Objek-Objek Wisata di TN. Baluran harus menggunakan kendaraan melihat jauhnya jarak dari pintu gerbang.

gunung_baluran
Gunung Baluran

Luas kawasan Taman Nasional Baluran adalah 25.000 Hektar, memiliki hutan yang masih alami, dan binatang-binatang yang dibiarkan hidup liar. Dalam TN. Baluran ada beberapa objek Wisata yaitu Ever Green, Savana Bekong dan Pantai Bama. Ever Green adalah lokasi dimana terdapat pohon-pohon yang selalu berwarna hijau atau tetap subur walau di musim kemarau sekalipun. Savana Bekong adalah objek wisata yang paling terkenal dan menjadi andalan di TN Baluran, memiliki luas 300 Ha dengan pemandangan gunung baluran di belakangnya membuat suasana di sini seperti di Afrika. Pantai Bama adalah pantai yang terletak 3 km dari Savana Bekong, dan dikelilingi oleh hutan mangrove sebagai habitat berbagai jenis burung dan satwa primata. Pantai ini menjadi destinasi yang pas untuk menikmati sunrise, snorkeling ataupun diving.

Jalur Perjalanan Savana Bekong

Tujuan utama saya ke Taman Nasional Baluran tentu saja ingin menghilangkan rasa penasaran saya terhadap Savana Bekong. Untuk menuju Savana Bekong kita harus menyusuri jalan yang dibuat dengan cara membelah hutan liar sepanjang 12 km. Sepanjang jalan kita akan melihat pohon yang cukup unik dan memiliki warna yang menarik sehingga mencuri perhatian kita untuk berhenti dan mengabadikan moment tersebut. Namun yang disayangkan kemarau panjang seperti saat ini menyebabkan kebakaran hutan kerab terjadi, tidak sedikit pohon yang terbakar saat kami lalui. Salah satu yang membuat saya sangat kecewa adalah jalan raya untuk mencapai tempat wisata yang dituju sangat jelek. Aspal dengan kondisi bagus hanya bisa kita nikmati beberapa kilometer, sisanya sudah hancur dan sudah menjadi batu-batu kecil yang membuat perjalanan tidak nyaman. Oleh sebab itu, kita harus hati-hati berkendara di sini, dan yang terpenting adalah kita juga harus mencek kondisi motor seperti bensin atau kondisi ban saat masuk ke TN. Baluran.

Baluran

Kesialan sempat terjadi saat kami berada di sana. Saat melihat pohon cukup unik kami berhenti dan berniat mengabadikan moment dengan kamera. Sialnya setelah selesai, motor kami tak bisa dihidupkan. Segala macam cara sudah kami coba namun hasilnya tetap sama. Dengan putus asa akhirnya kami berniat ingin meminta bantuan dengan menghubungi bapak sang pemilik motor. Ternyata kesialan itu tak sampai hanya di situ saja, kartu nama bapak sang pemilik motor hilang dari kantong kami. Dengan putus asa akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sampai ada orang yang lewat, padahal kami belum menempuh 1/2 perjalanan. Setelah coba menghidupkan motor kembali akhirnya keberuntungan berpihak kepada kami. Motor tersebut kembali menyala, dan kami memutuskan tidak akan mematikannya sampai pulang menuju Statsiun Karang Asem.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Sebelum sampai di Savana Bekong kita akan bertemu dengan kawasan Ever Green. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, ever green merupakan kawasan hutan yang tidak pernah kering atau selalu hijau meskipun sedang kemarau. Cukup unik saat melewati kawasan ever green, ketika kami banyak melewati pohon-pohon yang kering lalu berubah menjadi pemandangan hutan hijau yang rindang.

Ever Green
Ever Green

Setelah menjalani perjalanan yang panjang akhirnya kami sampai di Savana Bekong. Pemandangan hutan sempit selama perjalanan berubah menjadi padang savana luas. Hamparan pohon menghilang, hanya tersisa beberapa pohon yang bertahan di tengah Savana dan terbakar oleh teriknya matahari yang panas. Tidak banyak yang bisa kami lakukan di Savana Bekong. Untuk berkeliling Savana pun tak diizinkan menggunakan kendaraan. Banteng-banteng ataupun binatang lain tidak kami temui selama di TN. Baluran. Waktu terbaik menikmati TN. Baluran sepertinya pada pagi hari karena banyak binatang haus, dan biasanya mereka ke kubangan air yang sudah disediakan oleh pengurus TN. Baluran. Di Savana Bekong juga terdapat toko ataupun warung makan, namun karena kami datang di hari biasa, semua toko tutup. Suasana sangat sepi bagaikan di Gurun pasir. Sebetulnya di Savana ini juga ada menara untuk melihat Savana dari atas, entah kenapa kami tidak sadar akan kehadiran menara itu.

Savana Bekong

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, karena kami berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Probolinggo dengan kereta jam 14.00 akhirnya kami memutuskan untuk langsung pulang tanpa ke Pantai Bama.

Leave a Reply