Bermain Di Taman Laskar Pelangi : Pulau Belitung

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Siapa yang tidak tahu dengan kutipan lagu di atas? Pasti semua orang sudah tak asing mendengarnya. Laskar Pelangi, sebuah novel hasil karya Andrea Hirata yang bercerita tentang 10 anak miskin berjuang untuk mencari ilmu dengan segala keterbatasan biaya. Novel yang juga diangkat menjadi sebuah film ini sangat sukses di Indonesia, bahkan di dunia. Lokasi cerita novel dan film ini berada di Pulau Belitung, pulau kecil yang terletak di selatan Sumatra. Selain memiliki cerita bagus dan mengharukan, di film Laskar Pelangi kita juga disuguhi keindahan pulau Belitung yang mungkin belum banyak orang mengetahuinya.

Pulau Belitung atau Belitong merupakan pulau yang terkenal akan hasil tambangnya yaitu timah. Hasil timah Pulau Belitung merupakan salah satu yang terbesar di Dunia. Berkat Novel dan film Laskar Pelangi, pulau ini semakin terkenal, dan berkembang sektor pariwisatanya.

Akhir Mei lalu kebetulan saya berkesempatan berkunjung ke Pulau Belitung. Berkat Garuda Indonesia Travel Fair saya berhasil mendapatkan tiket murah. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh dari DKI Jakarta, tetapi untuk harga normal tiket ke sana lumayan mahal. Maskapai penerbangan untuk ke sana pun tidak banyak.

Bandara H.AS.HANANDJOEDDIN

Pulau Belitung memiliki bandara yang kecil, landasannya pendek. Sehingga menyulitkan pesawat besar seperti boeing atau airbus untuk mendarat. Suhu di pulau ini terbilang sangat panas, jadi sebaiknya anda membawa payung atau topi.

Belitung terbagi menjadi 2 bagian yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur. Untuk puas menjelajah Pulau Belitung kita setidaknya membutuhkan waktu selama 4 hari atau lebih. Tempat terbaik untuk menginap adalah di Kota Tanjung Pandan, karena merupakan kota utama sehingga memudahkan kita untuk mencari makan atau pun penginapan.

  • Belitung Barat

Pulau Lengkuas (Photo By Fadly Pardede)

Jumlah objek wisata di Pulau Belitung tergolong banyak. Dengan wilayah berupa pulau kecil, diapit oleh Selat Gaspar & Selat Karimata, menjadikan wisata bahari sangat dominan di tempat ini. Beberapa wisata yang saya kunjungi di Belitung Barat adalah Batu Mentas, Danau Kaolin, Pantai Tanjung Pendam, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Batu Garuda, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang dan Pulau Batu Layar.

Batu Mentas
Batu Mentas

Pelilean

Batu Mentas adalah tempat penangkaran binatang yaitu Tarsius Bancanus Saltator atau Pelilean (dalam bahasa Belitung). Hewan ini merupakan salah satu yang langka di dunia. Ukurannya kecil, hanya sebesar telapak tangan, akan tetapi Pelilean sangat lincah dan mampu loncat hingga setinggi 3 meter. Selain tempat penangkaran, batu mentas juga menawarkan keindahan alamnya. Di dalam batu mentas terdapat sungai yang air-nya jernih. Bagi kalian yang pergi bersama keluarga, sungai ini bisa dinikmati oleh anak-anak, karena terdapat “kolam” yang arusnya kecil. Dan bagi yang suka memacu adrenalin, kalian bisa menikmati tempat ini dengan cara bermain River Tubing. Batu mentas sangat cocok untuk liburan bersama keluarga, selain sejuk karena matahari tertutup oleh pohon-pohon besar. Wisata air dan penangkaran hewan-hewan bisa menjadi hiburan sekaligus tempat belajar bagi anak-anak. Jika sudah lelah setelah melakukan semua aktifitas, di sini terdapat warung-warung makan yang siap memanjakan lidah kita.

Sunrise Danau Kaolin (Photo by Fadly Pardede)
Sunrise Danau Kaolin (Photo by Fadly Pardede)

Danau Kaolin, mungkin tempat ini cukup terkenal sebagai destinasi wisata di Belitung. Danau Kaolin merupakan danau yang terbentuk akibat aktivitas penambangan kaolin (tanah liat) pada dulu kala. Sisa-sisa penambangan itu kini membentuk lubang-lubang besar yang berisi air berwarna biru tosca. Ada 2 opsi untuk menikmati keindahan danau kaolin, yaitu pada saat matahari terbit (sunrise) dan/atau siang hari, saat matahari sedang terik. Tidak seperti kebanyakan tempat dimana sunrise kita nikmati di pegunungan atau pesisir pantai. Danau Kaolin memiliki sunrise yang layak dan patut anda coba. Siluet dari tumpukan sisa-sisa kaolin, ataupun pantulan sinar yang kian timbul di permukaan danau membuat pemandangan sunrise di sini tidak kalah dengan tempat lain. Namun apabila anda adalah tipe orang yang susah untuk bangun pagi, tenang saja, pada saat siang hari keindahan danau kaolin semakin tampak. Warna putih dari tembok/tumpukan kaolin bercampur dengan warna biru tosca air danau, lalu pantulan bayangan pepohonan yang tercermin di air pun semakin menambah keindahan pesona Danau Kaolin. Keuntungan lain di sini ialah anda tidak usah khawatir dengan udaranya, karena kita bebas bernafas tidak seperti di wisata yang hampir serupa seperti danau-danau belerang.

Danau Kaolin

Pantai Tanjung Pendam terletak tidak jauh dr pusat kota Tanjung Pandan. Pantai ini sangat cocok untuk mengakhiri hari setelah berwisata di tempat lain. Posisi nya yang menghadap barat menjadikan tempat ini pas untuk menikmati Sunset. Warung-warung pun tersedia di sepanjang jalan. Kita bisa menikmati sunset sambil meminum es kelapa ataupun secangkir kopi hangat.

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi

PantaiTanjungTinggiPantai Tanjung Tinggi merupakan pantai yang paling terkenal di Pulau Belitung. Penyebab terkenalnya pantai ini adalah karena menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar pelangi. Selain itu, pantai ini memang memiliki pemandangan yang indah. Pasir yang putih, ombak laut yang tenang, ditambah dengan banyaknya tumpukan batu granit besar disekeliling pantai membuat pantai ini mempunyai ciri khas tersendiri. Di pantai tanjung tinggi juga terdapat penyewaan kapal sekoci yang digunakan untuk mengelilingi laut, tentu saja tidak jauh dari bibir pantai. Permainan dengan sekoci ini adalah hal cukup mengasikkan untuk menikmati pantai dengan cara berbeda bersama pasangan, teman ataupun keluarga. Layaknya seperti pantai kebanyakan, waktu terbaik untuk menikmati pantai ini adalah saat sore hari. Letaknya yang berada di barat menjadikan Pantai Tanjung tinggi tempat yang pas untuk menutup hari sambil menikmati sunset yang indah.

Sunset Pantai Tanjung Tinggi (Photo By Yusrizal)
Sunset Pantai Tanjung Tinggi (Photo By Yusrizal)

Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Batu Garuda, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang dan Pulau Batu Layar adalah paket destinasi yang wajib dikunjungi bila anda ke Pulau Belitung. Terletak di utara Pulau Belitung, pemandangan laut di sini merupakan yang terbaik selama saya berada di Belitung. Dari semua pulau di atas, pulau yang paling terkenal adalah Pulau Lengkuas, karena di sana terdapat sebuah mercusuar. Untuk mencapai semua pulau-pulau tersebut, kita akan memulai perjalanan dari Pantai Tanjung Kelayang. Sistem penyewaan kapal di sini adalah harian, yaitu dari pagi hingga sore hari. Kapal tersebut mampu mengangkut 10 orang, dan kisaran harga sewa adalah 400-500rb rupiah (belum termasuk peralatan snorkeling).

Pantai Tanjung Kelayang (Photo By Fadly Pardede)
Pantai Tanjung Kelayang (Photo By Fadly Pardede)

Pulau Batu Garuda

Dari pantai tanjung kelayang, pulau pertama yang dikunjungi adalah Pulau Batu Garuda. Sesuai namanya, pulau ini terbentuk dari tumpukan batu-batu granit besar yang memiliki bentuk mirip burung garuda. Sangat disayangkan kami tidak bisa mampir ke pulau ini, jadi hanya melihat dari dekat saja. Hal yang paling mencuri perhatian adalah keindahan bawah laut pulau ini. Banyak macam terumbu karang yang masih terjaga dan alami. Bahkan nemo pun bisa kami lihat dari atas kapal. Entah harus kecewa atau senang, kami tidak diperbolehkan untuk snorkeling di pulau ini. Mungkin untuk menjaga agar terumbu karang itu tetap baik, walaupun memiliki potensial bagus untuk pariwisata.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas (Pemandangan dari Mercusuar)

Pulau Lengkuas merupakan primadona pariwisata dari Pulau Belitung. Daya tarik utama dari pulau ini adalah karena terdapat sebuah mercusuar yang dibangun sejak zaman penjajahan belanda yaitu tahun 1882. Walau umur mercusuar ini sudah tua, tapi fungsinya masih bekerja dengan baik. Mercusuar ini memiliki tinggi sekitar 70 meter. Yang lebih menyenangkan ialah kita diizinkan untuk masuk dan naik sampai ke atas mercusuar tersebut. Dari atas menara kita akan disuguhi pemandangan laut Belitung yang indah. Melihat betapa sibuknya kapal nelayan berlalu-lalang, dan pemandangan yang tentu saja tidak bisa kita nikmati di tempat lain adalah batu granit yang bertumpuk tidak beraturan namun sedap dipandang oleh mata. Setelah puas melihat keindahan laut Belitung dari atas mercusuar, tepat di depan pintu keluar masuk mercusuar terdapat penangkaran penyu. Penyu-penyu tersebut diletakkan di sebuah kolam kecil. Selain menikmati indahnya pulau baik dari darat atau pun atas mercusuar, kita juga bisa menikmati keindahan bawah laut Pulau Lengkuas. Bawah laut pulau lengkuas cukup bagus, walau tidak seindah bawah laut pulau-pulau di timur Indonesia tetapi tidak ada salahnya untuk kita coba, karena tidak asik rasanya bukan kalau bermain ke pulau kecil namun tidak snorkenling? 😀

Pulau Kepayang
Batu Granit menyerupai Penyu

PenyuPulau Kepayang menjadi pemberhentian berikutnya setelah bermain di Pulau Lengkuas. Dari banyaknya pulau, hanya kepayang yang ada rumah makan. Selain untuk tempat beristirahat dan makan siang, di pulau ini kita bisa melihat tempat penangkaran penyu. Penangkaran penyu di sini lebih besar dibandingkan denganbatulayar (3) penangkaran penyu di Pulau Lengkuas. Mulai dari penyu kecil sampai besar ada semua di penangkaran penyu pulau Kepayang. Tidak jauh dari penangkaran ternyata juga ada penginapan. Mungkin ini bisa menjadi salah satu pilihan bila anda ingin bermalam dengan suasana yang berbeda di Belitung. Pemandangan yang cukup mencuri perhatian saya saat di Pulau Kepayang adalah adanya batu granit yang menyerupai bentuk Penyu.

Pulau Batu Layar menjadi destinasi pulau terakhir kami. Pulau ini kecil dan hanya ada batu granit yang besar sekali.  Tidak banyak hal menarik di sini, namun tak sengaja kami di sini menemukan sebuah bintang laut.

Bintang Laut di Batu Layar

  • Belitung Timur
Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi (Photo By Yusrizal)
Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi

Belitung Timur memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan Belitung barat. Belitung barat terkenal akan wisata baharinya, Belitung timur lebih menjual nama “Laskar Pelangi”, karena letak sekolah tersebut berada di sana. Walau begitu, pantai di pesisir timur Pulau Belitung tidak ada salahnya anda kunjungi. Dengan waktu sehari penuh, kami berhasil menjelajah banyak tempat di Belitung Timur seperti Replika SD Muhammadiyah Laskar pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, Pantai Gina, Bukit Samak, Pantai Holyfield, Pantai serdang, Pantai Nyiur Melambai, Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im, dan Danau Payak.

Pantai Gina
Pantai Gina (Saat Surut)

Untuk Belitung timur saya tidak akan menjabarkan satu per satu, karena bisa memakan banyak paragraf. Selama di Belitung timur kami secara tidak sengaja menyusuri pesisir pantai dan menemukan pantai-pantai yang mungkin jarang didatangi oleh wisatawan. Yang sangat disayangkan adalah hampir semua pantai di pesisir timur ini memiliki warna yang tidak jernih, yaitu kecoklatan.

Salah Satu Pantai Di Belitung Timur
Salah Satu Pantai Di Belitung Timur

Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi adalah objek wisata yang wajib kita kunjungi apabila ke Belitung timur. Di sini kita bisa melihat keadaan SD Muhammadiyah tempat Lintang dkk berjuang untuk mencari ilmu. Meskipun hanya replika, tapi kita bisa tahu betapa menyedihkannya keadaan SD Muhammadiyah ini. Dua kayu pohon besar untuk menopang bangunan-pun terlihat jelas. Yang saya sangat sayangkan adalah banyak tangan yang tidak bertanggung jawab dengan mencoret-coret setiap sudut sekolah menggunakan tipe-x atau pulpen. Untuk masuk ke objek wisata ini kita tidak dipungut biaya. Berdekatan dengan sekolah ini juga terdapat banyak warung/toko untuk mengisi perut atau berbelanja suvenir.

Museum Kata Andrea Hirata
Museum Kata Andrea Hirata

Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata menjadi tujuan kami selanjutnya setelah puas melihat Replika SD Muhammadiyah “Laskar Pelangi”. Seperti yang kita ketahui, Andrea Hirata adalah penulis dari buku Laskar Pelangi. Di Museum ini kita akan banyak tahu mengenai Laskar Pelangi ataupun buku Andrea Hirata yang lain secara terperinci. Museum ini merupakan museum sastra dan satu-satunya di Indonesia.

Vihara Dewi Kwan Im (Photo by Fadly Pardede)
Vihara Dewi Kwan Im (Photo by Fadly Pardede)

Vihara Dewi Kwan Im  merupakan salah satu objek wisata sejarah di Belitung. Vihara ini adalah yang terbesar dan tertua di Belitung. Diperkirakan umur Vihara ini adalah 268 Tahun.  Dari atas Vihara kita juga bisa melihat pemandangan hamparan laut luas. Tidak Jauh dari Vihara ini terdapat Pantai Burung Mandi. Dari sekian pantai di Belitung Timur yang saya datangi, pantai Burung Mandi yang cukup mencuri perhatian saya, pemandangan di sini lebih bagus dari yang lain. Selain itu deretan kapal-kapal nelayan yang memiliki bentuk unik dan berwarna-warni membuat sedap dipandang mata. Selain itu, pantai ini juga memiliki banyak pengunjung di banding yang lain. Sangat disayangkan saya tidak melihat burung sedang mandi seperti nama pantai ini, hehe.

Pantai Burung Mandi (Photo By Yusrizal)
Pantai Burung Mandi

Danau Payak adalah objek wisata yang secara tidak sengaja kami temui. Mungkin bagi kalian yang berlibur ke Belitung menggunakan jasa travel agent tidak akan ke tempat ini, karena tempat ini belum banyak orang yang tahu. Saat kami temui tempat ini pun masih membangun kesiapan infrastruktur seperti toilet dll. Danau payak cukup luas, mempunyai pemandangan yang indah. Keindahan danau ini menjadi lebih karena adanya pemandangan bukit-bukit dan rumput-rumput yang timbul dipermukaan air danau.

Danau Payak (Photo By Yusrizal)
Danau Payak

Selesai sudah 4 hari yang kami lalui di pulau kecil namun memiliki objek wisata yang cukup mengesankan ini. Banyak pengalaman dan cerita menarik selama kami di sana. Selain objek wisata, Pulau Belitung juga memiliki wisata kuliner yang nikmat sekali, dan harganya pun murah. Untuk wisata kuliner di Belitung saya akan membuat post terpisah setelah ini. Sebagai penutup saya hanya ingin menyampaikan, segeralah angkat tas kalian dan pesan tiket untuk berlibur ke Pulau Belitung. Menurut saya pulau kecil ini layak untuk dikunjungi. Let’s Travel!!!

Belitung

One thought on “Bermain Di Taman Laskar Pelangi : Pulau Belitung

  1. Entah itu menelusuri jejak Laskar Pelangi atau sekedar menikmati pemandangan megahnya formasi batu granit di pantai, Pulau Belitung pastinya menawarkan salah satu pengalaman yang menarik

Leave a Reply